Featured Post Today
print this page
Materi dan Artikel Terbaru
Showing posts with label MATERI EKONOMI SMA X. Show all posts
Showing posts with label MATERI EKONOMI SMA X. Show all posts

FUNGSI TURUNAN UANG

Fungsi Turunan Uang - Seperti yang sudah dibahas di materi sebelumnya, uang memiliki 2 fungsi, yaitu fungsi asli dan fungsi turunan. Materi berikut ini akan membahas tentang fungsi turunan uang, agar kita lebih jelas dalam memahami kedua fungsi uang tersebut.

Fungsi turunan uang sebagai berikut:

a. Fungsi Uang Sebagai Penunjuk Harga
Harga suatu barang atau jasa selalu dinyatakan dengan jumlah satuan uang. Misalnya harga pensil Rp.12.000,- per buah, harga motor Rp. 20.000.00,-. Dalam hal ini uang berfungsi sebagai penunjuk harga barang atau jasa.
b. Fungsi Uang Uang Sebagai Alat Pembayaran
Uang dapat berfungsi untuk melakukan bermacam-macam pembayaran, contohnya membayar tagihan listrik dan telpon, bayar pajak, dan sebagainya. Dalam hal ini jelas diketahui uang sebagai alat pembayaran.
c. Fungsi Uang Uang Sebagai Alat Penyimpan Kekayaan
Dengan uang kita dapat menyimpan atau menabung, baik di bank maupun di rumah sebagai cadangan untuk keperluan di masa mendatang.
d. Fungsi Uang Uang Sebagai Alat Pemindah Kekayaan
Sebagai contoh Pak Budi menjual rumahnya di Pontianak kemudian uang dari hasil penjualan rumah tersebut ia gunakan untuk membeli rumah baru di Jakarta. Nah dalam hal ini uang berfungsi sebagai alat pemindah kekayaan.

PENGERTIAN, CIRI DAN PERANAN INDEKS HARGA

INDEKS HARGA

A.   Pengertian
Indeks harga adalah suatu ukuran yang menunjukkan tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada harga dari waktu ke waktu (dari satu period eke periode lainnya).

B.  Latar Belakang Perkembangan Indeks Harga
Sejak abad ke 18 banyak dilakukan penelitian tentang harga barang-barang dipasaran. Ketegangan produsen sebagai pihak penghasil barang dan konsumen sebagai pihak pembeli akan mengakibatkan ketidakseimbangan fluktuasi harga barang.

C.  Ciri-ciri Harga dan Indeks Harga
1. Ciri-ciri Harga
a. Kenaikan dan penurunan harga tergantung pada jumlah permintaan barang di masyarakat.
b.   Harga dapat dijadikan sebagai alat penentuan nilai suatu barang dibandingkan barang lain.
c.   Harga dapat dipengaruhi jumlah barang dan uang yang tersedia dimasyarakat.
2. Ciri-ciri Indeks Harga
a.  Indeks harga digunakan sebagai alat pengukur harga.
b.  Indeks harga merupakan ukuran perbandingan dari suatu harga.
c.  Indeks harga merupakan alat untuk memperlihatkan perubahan-perubahan harga pada satu / berbagai jenis barang.

D.  Peranan Indeks Harga Dalam Ekonomi
1. Alat bagi pemerintah untuk menetapkan kebijaksanaan dan harga di masa yang akan datang.
2. Indeks harga dapat dijadikan sebagai dasar untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kemajuan dan kemunduran ekonomi.
3. Indeks harga dapat dijdikan dasar perbandingan untuk mengukur tingkat, kemajuan ekonomi masa sekarang dan sebelumnya.
4.  Indeks harga dapat dijadikan sebagai dasar untuk menetapkan pola dan kebijaksanaan ekonomi secara keseluruhan dan moneter.

E.   Ciri Harga dan Indeks Harga

Indeks harga mempunyai ciri sebagai berikut:

1. Indeks harga sebagai pedoman nilai standar untuk melakukan perbandingan harga dari waktu ke waktu.
2.  Penetapan indeks harga didasarkan hasil pengumpulan data dari sumber relevan.
3. Indeks harga ditetapkan tidak dari seluruh barang atau populasi barang melainkan dari sampel.
4.  Indeks harga ditetapkan dalam bentuk presentase.
5. Penetapan indeks harga didasarkan waktu normal atau kondisi ekonomi stabil yang berjauhan dengan waktu yang akan datang.

PENGERTIAN DAN PRINSIP BANK SYARIAH

Bank Syariah adalah bank yang melaksanakan kegiatannya dengan aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam antara bank dan pihak lain untuk penyimpanan dana dan atau pembayaran kegiatan usaha, atau kegiatan lainnya yang dinyatakan sesuai dengan syariah Islam.

Dalam perdagangan Islam ada dua konsep utama, yaitu:

a.    Larangan atas penerapan riba (bunga yang dibungakan)
b.    Sebagai penggantiannya dipakai sistem bagi hasil

Prinsip bank syariah antara lain :

a.   Prinsip Mudharabah (pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil)
Bank memberi modal, nasabah memberikan keahliannya, laba dibagi menurut rasio nisbah yang disetujui.
b.   Prinsip Murabahah (Prinsip jual beli barang  dengan memperoleh keuntungan)
nasabah membeli suatu komoditi menurut rincian tertentu, bank mengirimkan kepada nasabah imbalan harga tertentu berdasarkan perstujuan awal kedua belah pihak.
c.    Prinsip Musharakah (Pembiayaan berdasarkan prinsip penyertaan modal)
Bank dan nasabah menjadi mitra usha dengan masing menyumbang modal dan menyepakati rasio laba dimuka untuk waktu tertentu.
d.    Prinsip Ijarah (Pembiayaan barang modal berdasarkan sewa murni tanpa pilihan)
e.   Prinsip Ijarah wa iqtina (Dengan adanya pilihan pemindahan kepemilikan atas barang yang disewa dari pihak bank oleh pihak lain)

PENGERTIAN INFLASI, DEFLASI, DEVALUASI, REVALUASI, APRESIASI, DEPRESIASI DAN SANERING

PENGERTIAN INFLASI, DEFLASI, DEVALUASI, REVALUASI, APRESIASI, DEPRESIASI DAN SANERING

  1. Inflasi adalah suatu keadaan dimana harga barang secara umum mengalami kenaikan secara terus menerus atau terjadi penurunan nilai uang dalam negeri.
  2. Deflasi adalah suatu keadaan dimana terdapat peristiwa penurunan harga barang umum secara terus menerus atau terjadi peningkatan nilai uang.
  3. Devaluasi adalah kebijaksanaan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk menurunkan nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang asing. Tujuannya adalah untuk meningkatkan jumlah ekspor ke luar negeri dan membatasi jumlah impor serta menambah devisa negara.
  4. Revaluasi adalah kebijaksanaan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk meningkatkan nilai mata uang di dalam negeri terhadap mata uang asing.
  5. Apresiai adalah suatu proses peningkatan nilai mata uang dalam negeri yang disebabkan oleh adanya mekanisme perdagangan.
  6. Depresiasi adalah suatu proses penurunan nilai mata uang dalam negeri yang disebabkan adanya mekanisme pedagangan.
  7. Sanering adalah kebijaksanaan pemerintan untuk mengurangi jumlah uang yang beredar dalam masyarakat dengan cara memotong uang (nilai mata uang). Cara ini dilakukan bila berbagai cara untuk menjaga kestabilan nilai mata iang tidak membawa hasil.
Semoga bermanfaat...
 

Perilaku Produksi (The Law of Diminishing Return)

A.     Perilaku Produksi

Proses produksi dapat diartikan sebagai proses urutan kegiatan yang harus dilakukan dalam usaha untuk menghasilkan barang maupun jasa. Agar proses produksi mencapai titik optimum, maka diperlukan adanya peningkatan produktivitas dengan jalan menambah faktor-faktor produksi.

Akan tetapi menurut David Richardo penambahan faktor produksi tidak selalu dapat memberikan hasil sebanding, seperti yang digambarkan dalam “Hukum hasil lebih yang semakin berkurang” atau “The law of diminishing returns” yang berbunyi:
Dengan suatu teknik tertentu, maka mulai titik tertentu penambahan faktor produksi tidak lagi memberikan penambahan hasil produksi yang sebanding.

Atau dengan kata lain tambahan hasil lama kelamaan akan menurun, meskipun faktor produksi terus bertambah. Untuk jelasnya perhatikan tabel di bawah ini:

Contoh:
Tanah: 1Ha, Modal Rp.5.000.000,00
Pekerjaan
Hasil Total
(Total Product)
Tambahan Hasil
(Marginal Product)
1
2
3
4
5
6
20
21
34
42
46
48
10
11
13
8
4
2
Law of diminishing returns terjadi pada pekerja yang ke-4 dan seterusnya, yaitu setelah tercapai marginal product maksimum sebesar 13.
Semoga bermanfaat....
 
Created by : EKONOMI Holic Media
Copyright © 2013. Blog EKONOMI Holic - All Rights Reserved
Media Pembelajaran Ekonomi SMA